Semarang, Antara Jateng - PT Pertamina Pemasaran Region IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku siap menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di antaranya dengan menambah stok hingga 20 persen.
"Penambahan stok sampai dengan 20 persen untuk mengantisipasi adanya lonjakan atau 'rush' menjelang kenaikan harga BBM," kata Assistant Manager External Relation Pertamina Marketing Operation Region IV Jateng dan DIY Heppy Wulansari di Semarang, Selasa.

Kebutuhan normal premium per bulan di Jateng-DIY sebanyak 298.939 kiloliter, sedangkan solar 158.611 kiloliter dan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan permintaan BBM, Pertamina telah menambah 20 persen dari konsumsi.

Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan, penyaluran premium bulan Juni menjadi 358.726 kiloliter, sedangkan solar menjadi 190.333 kiloliter.

"Di Jateng dan DIY suasana kondusif, tidak ada antrean serta tidak ada kelangkaan. Konsumsi masyarakat terhadap BBM subsidi masih terpantau normal," katanya.

Selaku salah satu operator yang ditunjuk Pemerintah dalam menyalurkan BBM subsidi, lanjut Heppy, Pertamina juga telah melakukan sejumlah persiapan di antaranya dengan membentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas sejak 17 Mei sampai dengan 30 Juni 2013.

Satgas tersebut bertugas menjaga kesiapan sarana dan fasilitas operasi di seluruh Terminal BBM (TBBM) untuk mengetahui pergerakan konsumsi masyarakat, berkoordinasi dengan SPBU saat pemberlakukan harga baru, berkoordinasi dengan instansi/dinas, dan aparat untuk pengamanan TBBM.

PT Pertamina Region Jateng dan DIY juga melakukan upaya antisipasi terjadinya penimbunan di antaranya, dengan meminta seluruh SPBU tertib dalam pelayanan BBM jerigen hanya diperbolehkan untuk UKM dengan surat rekomendasi.

"SPBU diminta mewaspadai jika ada pembelian yang tidak normal, seperti pembelian melebihi kapasitas tangki atau pembelian yang dilakukan berulang-ulang oleh kendaraan yang sama," katanya.

PT Pertamina, tambah Heppy juga meminta peran serta masyarakat dengan melapor ke aparat atau ke Pertamina jika menemukan indikasi penyimpangan di nomor 500 000.

Editor : Nur Istibsaroh


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar