Magelang, Antara Jateng - Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Magelang mengharapkan partai politik di daerah ini menjaring para bakal calon bupati dengan wakil bupati yang berintegritas untuk diusung pada pemilihan kepala daerah, 27 Oktober 2013.



"Dalam proses penjaringan calon bupati dan wakil bupati saat ini, partai politik harus bisa memberikan pilihan calon yang berintegritas supaya masyarakat dapat memilih yang terbaik," kata Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Magelang Agus Pranata di Magelang, Selasa.

Ia mengemukakan bahwa proses penjaringan terhadap bakal calon itu sebagai saat yang penting harus ditempuh partai politik. Kebijakan beberapa parpol di Kabupaten Magelang saat ini menempuh mekanisme perekrutan melalui pendaftaran bakal calon yang lebih terbuka, jangan sekadar formalitas.

Ia mengemukakan perlunya uji kepatutan dan kelayakan secara objektif oleh parpol terhadap para bakal calon yang mendaftar untuk diusung dalam pilkada setempat mendatang.

"Uji kepatutan dan kelayakan secara objektif untuk mengetahui dan menguji kualitas mereka yang mencalonkan diri. Popularitas dan elektabilitas yang dimiliki mereka harus diikuti dengan kualitas," katanya.

Ia mengharapkan pilkada setempat dapat memilih pemimpin daerah itu yang berkualitas, baik moral, integritas, maupun kapasitasnya.

Kualitas figur pasangan pemimpin daerah setempat, katanya, ditentukan oleh kinerja parpol karena partai berfungsi sebagai sarana perekrutan politik dalam proses pengisian jabatan politik.

"Partai politik diberikan hak konstitusional untuk mencalonkan bupati dan wakil bupati," katanya.

Ia menjelaskan pencalonan oleh partai politik adalah tahapan strategis karena merupakan seleksi awal dalam menentukan pemimpin.

Oleh karena itu, katanya, dalam menetapkan pasangan calon, partai politik harus memiliki kriteria yang sesuai dengan kebutuhan untuk penyelesaian persoalan di Kabupaten Magelang saat ini.

Wakil Ketua Bidang Hikmah dan Partisipasi Pembangunan PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Magelang Sapari mengemukakan rencana koalisi yang sedang dilakukan beberapa partai politik di daerah itu terkait dengan pilkada, hendaknya jangan hanya fokus pada pembagian kursi kekuasaan.

"Akan tetapi harus pula berbicara mengenai bagaimana berkoalisi dan bersinergi untuk bersama-sama merumuskan program-program kebijakan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Ia mengemukakan dengan mencalonkan figur pemimpin daerah yang berkualitas, keberadaan partai politik dapat menjadi bagian dari solusi persoalan di daerah itu.

"Tahapan proses pencalonan ini bisa dijadikan salah satu alat untuk menilai kemampuan partai politik dalam proses perekrutan pejabat publik," katanya.

Editor : Zuhdiar Laeis


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar