Semarang, Antara Jateng - Guru-guru sejumlah sekolah di Kota Semarang, Jawa Tengah, sudah mulai dilatih penerapan kurikulum baru oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).



"Pelatihan kurikulum dilaksanakan pada 8-14 Juli 2013 di Yogyakarta dan Solo," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Semarang Taufik Hidayat, Selasa.

Ia di Semarang menjelaskan pelatihan implementasi kurikulum baru tersebut diperuntukkan bagi kalangan kepala sekolah beserta guru-guru mata pelajaran tertentu, yakni Matematika, Sejarah, dan Bahasa Indonesia.

Menurut dia, pelatihan kurikulum untuk kalangan guru mata pelajaran dikoordinasikan oleh P4TK, sementara pelatihan kepala sekolah ditangani Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPTK).

"Undangannya (pelatihan kurikulum, red.) sudah dibuat 'by name'. Dalam artian guru ditunjuk langsung, termasuk sekolahnya. Jadi, bukan kami yang menunjuk guru dan sekolahnya," katanya.

Peserta pelatihan, kata Taufik, berasal dari seluruh jenjang pendidikan, mulai SD hingga SMA dan sederajat, serta bukan hanya berasal dari kalangan eks rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI).

Kepala Seksi SMA Disdik Kota Semarang Sutarto menambahkan peserta pelatihan, yakni sembilan SMA negeri dan empat SMA swasta, kemudian seluruh SMK negeri ditambah dengan empat SMK swasta.

"Untuk sekolah menengah pertama, yakni SMP Negeri 2, SMP Negeri 5, SMP Negeri 9, SMP Negeri 21 Semarang, ditambah dua SMP swasta. Pelatihan untuk SMA dan sederajat digelar di Yogyakarta, sementara SMP di Solo," kata Sutarto.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Semarang Kastri Wahyuni saat dihubungi membenarkan kalangan kepala sekolah dan guru saat ini tengah mengikuti pelatihan implementasi kurikulum baru di Yogyakarta.

"Untuk SMA Negeri 1 Semarang ada lima guru yang dikirim, yakni dua guru Matematika, satu guru Sejarah, dan dua guru Bahasa Indonesia. Kemudian, saya sebagai kepala sekolah juga diundang," katanya.

Meski sama-sama menjalani pelatihan di Yogyakarta, kata dia, pelatihan implementasi kurikulum baru untuk kalangan guru dan kepala sekolah digelar di tempat yang berbeda tetapi waktu pelaksanaannya sama.

Ia mengakui saat ini baru guru tiga mata pelajaran yang menjalani pelatihan sebab baru buku untuk tiga pelajaran itu, yakni Matematika, Sejarah, dan Bahasa Indonesia, sementara lainnya bertahap.

"Pelatihan ini selesai nanti pada 14 Juli 2013, setelah itu pada 15 Juli 2013 langsung penerapan. Kami optimistis penerapan kurikulum berlangsung lancar. Buku-bukunya juga sudah datang," kata Kastri.

Editor : Zuhdiar Laeis


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar