Batang, Antara Jateng - Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, meminta masyarakat mewaspadai para bebotoh dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa karena keberadaan mereka bisa mencederai pesta demokrasi rakyat.

"Pemilihan kepala daerah hingga pilkades tidak menutup kemungkinan akan menggunakan politik uang sehingga kondisi inilah yang menjadi keprihatinan, apalagi dengan keberadaan para bebotoh," katanya di Batang, Jawa Tengah, Jumat.

Menurut dia, pola pikir masyarakat yang masih rendah tentang pemahaman pesta demokrasi maka pemerintah dituntut memberikan pemahaman pada mereka.

Pemerintah daerah, kata dia, harus gencar melakukan sosialisasi pemilihan kepala desa dengan tidak menjual suaranya dengan uang agar calon kepala desa terpilih merupakan pilihan masyrakat.

"Kami berharap pada instansi terkait dan media ikut membantu menyosialisasikan pelaksanaan pilkades dengan memasang spanduk imbauan berisi tentang tidak menjual suaranya pada saat pemilihan," katanya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Batang, Andi Santoso, mengatakan bahwa pilkades tahap pertama secara serentak dilaksanaan pada 8 September 2013 sedang tahap kedua 15 Desember mendatang.

"Pelaksanaan pilkades tahap pertama ini akan diikuti 161 desa sedangkan tahap kedua sebanyak 44 desa," katanya.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi permasalahan yang kemungkinan bisa timbul dalam pelaksanaan pilkades maka pemkab telah mengedarkan aturan yang harus dilengkapi oleh para calon kepala desa.

"Pelaksanan pilkades lebih bertanggung jawab terhadap masa pendukungnya serta menjaga kondusifitas, sebelum pelaksanaan pilkades maka harus dilaksanakan kesepakatan bersama pada calon kepala desa yang akan mengikuti pilkades yang disaksikan oleh Forkopimda," katanya.

Editor : Achmad Zaenal M


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar