Pekalongan, Antara Jateng - Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan, Jawa Tengah, selama Januari hingga Juli 2013 berhasil menuntaskan sebanyak 166 perkara pidana.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan I Gede Gunawan Wibisana di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa sebanyak 166 perkara tersebut terdiri atas kasus tindak pidana yang menyangkut orang dan harta benda 99 perkara dan tindak pidana umum 30 perkara, dan sisanya perkara lainnya.

"Adapun perkara pencurian, penjambretan, dan perjudian masih menjadi trend utama dalam kasus pidana disusul narkoba serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," katanya.

Terkait kasus dugaan kasus korupsi pembangunan laboratorium batik dan tempat uji kompetensi di SMK Negeri 1 Kota Pekalongan, ia mengatakan bahwa kejari masih terus meningkatkan penyelidikan terhadap kasus senilai Rp470 juta itu.

"Yang jelas, kami telah menetapkan terhadap seorang tersangka, yaitu mantan Kepala SMK Negeri 1, SS. Akan tetapi kasus tersebut masih terus dilakukan penyelidikan karena bisa kemungkinan jumlah tersangkanya bertambah," katanya.

Menurut dia, dana pembangunan tersebut merupakan dana "block grant" berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jawa Tengah pada 2006 sebesar Rp470 juta.

Namun, kata dia, dalam pelaksanaan pembangunan laboratorium batik dan tempat uji kompetensi tersebut dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah dengan menunjuk seseorang sebagai pelaksananya.

"Dari hasil evaluasi saat tahap penyelidikan, ditaksir pembangunan laboratorium batik hanya menelan dana sebesar Rp357 juta sehingga negara dirugikan senilai Rp123 juta," katanya.

Ia mengatakan bahwa sisa anggaran sebesar Rp123 juta rupiah tersebut diduga digunakan oleh tersangka, SS yang merupakan mantan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kota Pekalongan untuk kepentingan pribadi.

"Anehnya lagi, sebanyak dua gedung tersebut hingga kini juga belum dimasukkan dalam daftar inventaris SMK Negeri 1 Pekalongan," katanya.

Editor : Mahmudah


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar