Eza Reyhan. Foto Twitter.com

Berita Terkait
Semarang, Antara Jateng - Eza Reyhan, penyanyi pendatang baru dari Bandung, mengemas pengenalan album mininya bertajuk "Hanya Satu" kepada masyarakat Semarang lewat bagi-bagi takjil.



Diiringi para pendukungnya yang membawa poster-poster bergambar mini albumnya, Senin, Eza membagikan takjil dan CD "Hanya Satu" pada pengendara yang melintas di Jalan Pahlawan Semarang.

Menurut penyanyi kelahiran Bandung, 14 April 1989 itu, dirinya memang baru pertama kali terjun ke dunia tarik suara setelah lama bermain peran dalam beberapa sinetron dan film layar lebar.

Eza pernah bermain dalam sejumlah sinetron, antara lain berjudul "Cinta Kirana", "Puisi Dalam Botol", dan "Pura-Pura Buta", serta satu film layar lebar berjudul "Bunga Terakhir".

"Kebetulan, saya suka mencipta lagu, kemudian ada yang menawari membuat album. Setelah sekian lama, akhirnya mulai Maret 2013 lalu saya mulai proses rekaman album ini," katanya.

Hanya saja, ia mengakui pada album pertamanya yang berisikan enam lagu dengan "single" andalan berjudul "Harus Berakhir" memang tidak ada yang dari hasil ciptaannya sendiri.

"Ya, memang baru pertama. Lagu-lagu ini ciptaan kawan-kawan band. Kalau ini (album pertama, red.) sukses, album kedua rencananya nanti baru lagu-lagu ciptaan saya," katanya.

Enam lagu dalam album pertama itu, yakni "Sakitku Bukanlah Sakitmu", "Cinta dan Sayang", "Harus Berakhir", dan "Hanya Satu".

Selain itu, "Cinta dan Sayang" dinyanyikan feat Suliana dan "Cintailah Aku" feat Jane.

Di antara enam lagu itu yang semuanya beraliran pop melayu, yakni "Sakitku Bukanlah Sakitmu", kata Eza, isinya kebetulan sama dengan pengalaman pribadinya yang pernah merasakan sakit hati.

"Hanya satu lagu itu (Sakitku Bukanlah Sakitmu, red.) yang sama dengan pengalaman pribadi saya. Kalau 'Harus Berakhir' menceritakan perpisahan karena sang kekasih meninggal," katanya.

Setidaknya, kata Eza, ada sekitar 250 keping CD album mininya bertajuk "Hanya Satu" yang dibagikannya dalam rangkaian promo album se-Jawa dan Bali, salah satunya di Kota Semarang.

Selain pengenalan album lewat pembagian CD di sejumlah kota, Eza mengaku beberapa "single" andalannya sekarang ini juga sudah diputar di radio-radio di Bandung dan Jakarta.

Editor : Achmad Zaenal M


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar