Batang, Antara Jateng - Warga Desa Kalisalak, Kabupaten Batang, Jawa Tengah memprotes penutupan jalan menuju kawasan Perumahan Hunian Islami Arroyan (HIA) yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga dipimpin oleh seorang oknum pejabat.



Anggota Lembaga Pembangunan Masyarakat Desa (LPMD) Desa Kalisalak, Nasofi di Batang, Senin, mengatakan bahwa dengan penutupan jalan menuju kompleks Perumahan HIA, warga terpaksa harus memutar arah dengan jarak yang relatif jauh agar bisa sampai ke lokasi yang dituju.

"Warga, sebenarnya kecewa dengan penutupan jalan itu yang diduga 'dibekingi' oleh seorang Camat Pekalongan Timur, Widaryanto sehingga hal itu menimbulkan kerawanan situasi yang tidak kondusif," katanya.

Menurut dia, sebenarnya pengembang Perumahan Hunian Islami Arroyan sudah melakukan pertemuan warga RW.04/RT.01 dengan sekelompok orang yang berbeda pandangan telah dipertemukan untuk membahas lima tuntutan kompensasi.

Namun, kata dia, pada saat pembahasan lima tuntutan kompensasi itu tidak tercapai kesepakatan karena salah seorang oknum camat dan anggota Polres Batang menambah jatah kompensasi lagi, yaitu pembangunan tembok tempat pemakaman umum (TPU) Watusalit.

"Sebenarnya pengembang sudah menyepakati lima tuntutan kompensasi dari warga RW.04/RT.01. Akan tetapi dengan adanya penambahan jatah kompensasi berupa pembangunan tembok TPU maka akhirnya tidak tercapai kesepakatan," katanya.

Kepala Desa Kalisalak, Sri Astuti mengatakan bahwa pada prinsipnya pemugaran tempat pemakaman umum Kelurahan Watusalit akan dikelola oleh warga melalui pengajuan proposal dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Batang.

"Menunjuk surat Nomor 469/69/V/2013 yang telah kami edarkan bahwa secara prinsip pemugaran TPU akan menggunakan dana pengajuan APBD," katanya.

Pengembang Perumahan Hunian Islami Arroyan, Umar Said mengatakan bahwa pengembang tidak keberatan memberikan lima kompensasi yang dituntut oleh warga RW04/RT01 Desa Kalisalak, yaitu perbaikan gorong-gorong, pengaspalan jalan desa setempat, pembuatan drainase, perbaikan gapura, dan pembuatan lapangan bulu tangkis.

"Sebanyak tiga dari lima tuntutan kompensasi itu sudah kami laksanakan dan hanya dua unit yang belum diselesaikan. Akan tetapi kami komitmen siap menyelesaikan dua tuntutan kompensasi yang belum dapat diselesaikan itu, pembuatan 'drainase' dan pengaspalan jalan desa," katanya.

Editor : Zuhdiar Laeis


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar