Semarang, Antara Jateng - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai perlu segera dibentuk tim revitalisasi badan usaha milik daerah dan tim reformasi birokrasi sebagai upaya penghematan anggaran.



"Tim yang akan dibentuk tersebut sebaiknya dari kalangan profesional yang benar-benar independen," katanya usai menggelar pertemuan tertutup dengan pimpinan DPRD Jateng di Semarang, Selasa.

Ganjar menjelaskan, dengan pembentukan tim revitalisasi BUMD maka Pemprov Jateng mempunyai argumentasi ilmiah atau akademis yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Dengan tim revitalisasi, kita dapat mengetahui mana yang harus kita berikan suntikan, mana yang harus direview ulang, dan barangkali akan ada BUMD yang tidak bagus kita likuidasi," ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Ganjar mengungkapkan, tujuan pertemuan dengan pimpinan DPRD Jateng ini untuk percepatan pembahasan APBD Perubahan 2013 dan menyelesaikan isu-isu pokok di awal persiapan RAPBD 2014.

Menurut Ganjar, pembahasan yang dilakukan belum sampai ke besaran nominal anggaran perubahan.

"Waktu kita 'mepet' dan beberapa substansi yang harus kita bicarakan tentang penyertaan modal ternyata masih perlu banyak dipertimbangkan seperti penambahan alokasi infrastruktur dengan total sebesar Rp25,3 miliar," katanya.

Ganjar mengatakan telah ada masukan pada Pemprov Jateng agar reformasi birokrasi yang akan berjalan itu menyentuh remunerasi.

"Menurut kacamata kawan-kawan dewan, kalau remunerasi itu bisa dilakukan sepertinya bisa berikan efisiensi biaya, sebab kalau tidak nanti banyak perjalanan dinas keluar yang menjadikan bujet kita inefisiensi," ujarnya.

Jika tim revitalisasi BUMD dan tim reformasi birokrasi dibentuk, katanya, maka bisa sesuai keinginan kalangan DPRD Jateng, antara lain remunerasi.

Editor : Zuhdiar Laeis


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar