Temanggung, Antara Jateng - Beberapa perwakilan pabrik rokok yang melakukan pembelian tembakau di Temanggung, Jawa Tengah, mengeluhkan ulah beberapa petani yang masih mencampuri tembakau rajangan dengan cairan gula pasir.



         Salah seorang pemilik gudang perwakilan PT Djarum, Agung Purnomo, di Temanggung, Minggu, mengatakan bahwa panen tembakau tahun ini masih ditemui tembakau rajangan yang dijual ke gudang dicampur dengan cairan gula pasir untuk menambah bobot tembakau.

         "Sebenarnya, petani yang rugi dengan mencampur gula tersebut karena akan ketahuan dan kami dengan tegas menolak jika tembakau dicampur gula," katanya.

         Ia mengatakan bahwa penolakan tembakau yang dicampur gula tersebut sebagai pembinaan terhadap petani agar menghasilkan tembakau murni tanpa campuran, termasuk campuran tembakau dari luar Temanggung.

         "Kami ingin tembakau yang benar-benar murni, tanpa ada campuran gula atau tembakau dari luar Temanggung," katanya.

         Ia mengatakan, kalau tidak ditolak, pencampuran gula atau tembakau dari luar Temanggung akan marak seperti dahulu. Padahal, pihak pabrik ingin tembakau murni tanpa campuran.

         Menyinggung soal cuaca yang beberapa kali Temanggung masih diguyur hujan, dia mengatakan bahwa hal itu sangat berpengaruh terhadap kualitas tembakau.

         "Kami pesimistis kuota pembelian tahun ini bisa terpenuhi karena kualitas tembakau kurang baik," katanya.

         Ia menyebutkan bahwa harga tembakau saat ini berkisar Rp60.000 per kilogram untuk tembakau grade D.

         Perwakilan PT Wismilak di Temanggung, Mulyadi, mengatakan hal yang sama bahwa saat ini masih ditemukan tembakau dengan campuran gula pasir.

         "Meskipun contoh yang dibawa bagus, kenyataannya tembakau yang dikemas dalam keranjang masih terdapat campuran gula. Kami mengimbau petani untuk menghasilkan tembakau yang murni tanpa campuran," katanya.


Editor : Achmad Zaenal M


Komentar Pembaca
ari
Ayolah beli tembakau kami Karena itu membantu ekonomi kami plies kami mohon

Minggu, 08 Sept 2013 23:40:21 WIB

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar