Magelang, Antara Jateng - Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menyalurkan bantuan kepada 132 korban berbagai bencana selama 2012-2013 dengan dana Rp184,5 juta berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah setempat.



Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemkab Magelang Sujadi di Magelang, Rabu, mengatakan mereka yang mendapat bantuan itu, antara lain korban kebakaran, tanah longsor, angin kencang, dan tersambar petir.

"Mereka tersebar di 18 di antara 21 kecamatan, di 53 desa, tercatat sejak 2012 hingga Juli 2013," katanya.

Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati Magelang Singgih Sanyoto kepada perwakilan korban di Pendopo Merapi Rumah Dinas Bupati Magelang, Rabu.

Pada kesempatan itu, ia menyebut tentang rincian bencana alam yang terjadi di Kabupaten Magelang sejak 2012-2013 dengan jumlah para korban. Jumlah bantuan kepada setiap korban bervariasi.

Ia menjelaskan pemberian bantuan itu berdasarkan Peraturan Bupati Magelang Nomor 34 Tahun 2011 tentang Sistem Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah.

Singgih mengatakan bahwa kondisi cuaca di daerah itu pada 2013 lebih banyak mengakibatkan kerusakan hunian warga dibandingkan dengan pada 2012.

"Sehingga santunan untuk korban bencana tahun ini tentu lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan bencana pada 2012," katanya.

Ia mencontohkan bantuan untuk kategori korban kebakaran hingga Juli 2013 mencakup kerusakan terhadap 18 rumah warga, sedangkan bencana serupa pada 2012 untuk 11 rumah.

Untuk kategori korban angin kencang hingga Juli 2013, katanya, mencakup kerusakan 62 rumah, sedangkan pada 2012 untuk 18 rumah.

Berdasarkan kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis, katanya, Kabupaten Magelang sebagai daerah rawan bencana, antara lain kekeringan dan kebakaran pada musim kemarau, banjir dan tanah longsor pada musim hujan, angin puting beliung saat pancaroba.

Selain itu, katanya, letusan Gunung Merapi dan gempa bumi.

"Bencana bisa datang kapan saja dan di mana saja, namun tanda-tanda alam sebenarnya dapat dipelajari berdasarkan pengalaman, sehingga warga dapat mewaspadai dan mengantisipasi sejak dini agar tidak jatuh korban jiwa maupun harta benda," katanya.

Editor : Zuhdiar Laeis


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar