Seorang warga melihat Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014 di Desa Samirejo, Dawe, Kudus, Jateng, Jumat (15/11). Panwaslu Kudus menemukan satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang memiliki 331 pemilih di Desa Samirejo hilang dari DPT setelah dilakukan pleno pada 1 November lalu serta sebanyak 863 pemilih dengan alamat tidak jelas. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom/13.

Berita Terkait
Cilacap, Antara Jateng - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, segera menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Calon Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014 hasil perbaikan.



"Besok (hari Sabtu, red.), sekitar pukul 14.00 WIB, kita akan mengundang seluruh partai politik, pengawas pemilu, dan pemerintah daerah untuk menghadiri rapat pleno terbuka," kata komisioner KPU Cilacap, Ahmad Kholil, di Cilacap, Jumat.

Menurut dia, batas waktu yang diberikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memperbaiki DPT yang ditetapkan sebelumnya adalah selama 30 hari.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa batas waktu 30 hari tersebut untuk perbaikan DPT secara nasional.

"KPU kabupaten/kota diberi kesempatan sampai dengan tanggal 30 November, dan pada tanggal 4 Desember 2013 akan dilakukan rekap secara nasional," katanya.

Ia mengatakan bahwa KPU Cilacap telah menyelesaikan perbaikan DPT yang ditetapkan pada tanggal 1 November khususnya terkait permasalahan pemilih yang diketahui belum memiliki nomor induk kependudukan (NIK).

Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah mengeksekusi pemilih ganda yang masih ditemukan dalam DPT yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Alhamdulillah, teman-teman PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) telah melakukan upaya maksimal, dan saya yakin teman-teman PPS dan PPK sudah bekerja secara maksimal. Hari ini (Jumat, red.), sudah direkap oleh masing-masing PPS dan PPK, kita sedang menunggu itu (DPT hasil perbaikan, red.)," katanya.

Oleh karena itu, dia mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah pemilih dalam DPT hasil perbaikan tersebut karena datanya masih berada di tingkat PPK.



Editor : Mahmudah


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar