Kudus, Antara Jateng - Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus Budi Santoso mengungkapkan luas lahan kritis pada kawasan budi daya pertanian di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 2013 mencapai 900,79 hektare.

"Ratusan hektare lahan kritis tersebut, tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Dawe, Gebog, dan Jekulo dengan luas lahan bervariasi dari total lahan di Kudus mencapai 38.434,32 hektare," ujarnya, didampingi Kabid Kehutanan dan Perkebunan, Harnowo, di Kudus, Rabu.

Adapun rinciannya, untuk Kecamatan Dawe seluas 553,52 hektare, Kecamatan Gebog seluas 315,97 hektare, dan Kecamatan Jekulo seluas 31,3 persen.

Selain itu, kata dia, ada pula beberapa daerah yang tergolong agak kritis, seperti di beberapa desa di Kecamatan Dawe, Kecamatan Gebog, Jekulo, dan Kecamatan Undaan.

Sementara lahan yang tergolong potensial kritis, kata dia, tersebar di Kecamatan Undaan, Jekulo, Gebog, Bae, dan Kecamatan Dawe dengan luas bervariasi.

"Berdasarkan hasil pendataan sementara, lahan potensial kritis paling banyak tersebar di Kecamatan Dawe," ujarnya.

Khusus untuk Kecamatan Kota, Jati, dan Kaliwungu, kata dia, tidak ditemukan adanya lahan yang kritis, agak kritis maupun potensial kritis.

Ia mengatakan, salah satu penyebab terjadinya lahan kritis, karena pemilik lahan menjual sejumlah pohon untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

Akan tetapi, kata dia, kebiasaan masyarakat melakukan penebangan pohon untuk dijual, masih bisa diminimalkan dengan penanaman bibit buah-buahan.

Editor : Achmad Zaenal M


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar