Jakarta ANTARA Jateng - Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan mengatakan, empat korban meninggal pada kecelakaan pesawat yang jatuh di Tual, Maluku Tenggara, telah dievakuasi.



"Evakuasi telah dilakukan petugas bandara dan TNI Angkatan Udara," kata Bambang Ervan, Minggu.

Bambang memaparkan bahwa semua penumpang yang ikut dalam pesawat nahas tersebut telah meninggal dunia. Peristiwa kecelakaan pesawat tersebut biasanya akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang dilakukan lembaga Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Investigasi kecelakaan yang dilakukan KNKT di berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2013, ternyata masih didominasi kecelakaan yang dialami moda penerbangan atau angkutan udara.

"Pada tahun 2013, kami telah melakukan 41 investigasi kecelakaan untuk seluruh moda, yang terdiri atas dua investigasi untuk moda kereta api, lima investigasi moda kapal pelayaran, tujuh investigasi moda lalu lintas angkutan jalan raya, dan 27 investigasi moda penerbangan," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi di Jakarta, Senin (30/12).

Dengan demikian, sebanyak 65,85 persen investigasi yang dilaksanakan KNKT adalah terkait dengan kecelakaan yang berhubungan dengan pesawat terbang di Tanah Air.

Dominasi moda angkutan udara dalam investigasi kecelakaan yang dilaksanakan lembaga tersebut juga tidak hanya terjadi pada 2013, tetapi juga sejak beberapa tahun sebelumnya.

Ketua KNKT memaparkan, sejak 2007 investigasi KNKT telah dilakukan untuk 46 investigasi moda kereta api, 36 investigasi moda kapal pelayaran, 48 investigasi moda lalu lintas angkutan jalan raya, dan 169 kali moda penerbangan.

Sebuah pesawat Navagu PA-31 dengan nomor lambung PK-IWT yang berangkat dari Bandara Sentani, Papua, sekitar pukul 08.00 WIT, Minggu, jatuh di Tual, Maluku Tenggara.

"Tujuan pesawat tersebut belum jelas tapi krunya menginformasikan bahwa pesawat itu akan bertolak ke Tual," kata Plt. Kepala Bandara Sentani Benyamin N. Apituley kepada Antara di Sentani, Minggu.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Maluku Tenggara dan Kota Tual Letkol (Penerbang) Ketut Adhiasa mengatakan sampai saat ini empat awak pesawat terbang yang jatuh di Tual, Minggu pukul 12.10 WIT, belum bisa diidentifikasi.

"Pesawat sipil dengan nomor register PK-WIT ini berangkat dari Bandara Sentani, Jayapura, tujuan Baubau, Sultra dan berniat transit di Kota Tual," kata Ketut Adhiasa yang dihubungi dari Ambon, Minggu.

Menurut dia, empat mayat ini untuk sementara belum bisa diidentifikasi karena jasad mereka ikut terbakar. Tim SAR telah berhasil mengevakuasi seluruh jasad korban dari lokasi reruntuhan pesawat dan dimasukan ke kantung-kantung mayat untuk dibawa ke RSUD Karel Satsuitubun Langgur.

Editor : Totok Marwoto


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar