ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Kamis, 19 Oktober 2017

Warga Tolak Pengoperasian Pabrik Pengolah Kayu

| 10180 Views
id warga tolak pengoperasian pabrik pengolah kayu
Warga Tolak Pengoperasian Pabrik Pengolah Kayu
Pekerja menyusun lembaran-lembaran limbah kayu pada proses pembuatan plywood di industri pengolahan limbah kayu Desa Nguwet, Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (4/6). Pengolahan limbah kayu sebagai bahan pembuatan plywood itu mampu menyerap banyak tenaga kerja untuk memproduksi Plywood limb




Warga Desa Medari, Kecamatan Ngadirejo, dan Desa Traji, Kecamatan Parakan, datang ke Kantor Bupati Temanggung dengan mengendarai beberapa mobil. Perwakilan pedemo diterima oleh Bupati Temanggung Hasyim Afandi untuk melakukan audiensi.



Seorang tokoh masyarakat Medari, Aris, mengatakan, sejak rencana pendirian pabrik, masyarakat telah menentang dan berulang-ulang menyampaikan kepada pihak pabrik maupun pemerintah daerah karena keberadaan pabrik yang ada di tengah permukiman dinilai membuat polusi.



Ia mengatakan bahwa pemerintah seakan diam dengan membiarkan pendirian pabrik tersebut meskipun belum ada izin. Kini, pabrik sudah berdiri dan akan melakukan produksi. Warga akan membakar pabrik bila perusahaan nekat beroperasi dan warga siap untuk berurusan dengan kepolisian.



Warga yang lain, Siswanto, mengatakan bahwa lingkungan desa sangat sejuk dan aman. Keberadaan pabrik pengolahan kayu itu telah mengancam hilangnya kondisi tersebut. Agar tidak ada tindakan anarkis, pemerintah harus mengatasi permasalahan di tengah masyarakat, antara lain pabrik hanya menggergaji, sedang proses oven kayu di tempat lain.



Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Temanggung Hasyim Afandi meminta warga tidak salah paham. Selama ini, pemkab belum mengeluarkan izin operasional pabrik karena masih memikirkan solusi yang terbaik bagi permasalahan ketidaksetujuan warga terkait dengan pendirian pabrik.



"Masyarakat tenang saja selama belum ada izin pasti pabrik tidak akan beroperasi sehingga tidak akan ada cerobong asap," katanya.

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca