ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 23 Oktober 2017

Porprov Dijadikan Acuan Atlet ke PON 2016

| 6491 Views
id porprov dijadikan acuan atlet ke pon 2016
Porprov Dijadikan Acuan Atlet ke PON 2016
Ketua KONI Jateng Tutuk Kurniawan




"Kami akan mengacu hasil Porprov Jateng untuk memasukkan nama-nama atlet ke pelatda untuk persiapan PON mendatang," katanya pada rapat koordinasi dengan pengprov dan KONI Kabupaten/Kota di Semarang, Selasa.



Akan tetapi, lanjut dia, tidak serta-merta mereka yang menjadi juara di Porprov Jateng langsung mendapatkan uang insentif.



Menurut dia, harus dilihat kembali soal peluangnya di PON, kemudian juga umurnya karena ada beberapa cabang di PON yang memberlakukan pembatasan usia.



"Yang lebih penting juga melihat kemampuan pendanaan Pemrov Jateng," katanya menegaskan.



Mereka yang masuk Pelatda Jateng, menurut dia, juga termasuk atlet peraih medali emas PON 2012 Riau.



"Mereka juga kami masukkan dalam pelatda," kata Tutuk yang juga Ketua Umum PB POBSI tersebut.



Sementara itu, Wakil Ketua Umum II (Bidang Pembinaan dan Prestasi) KONI Jateng Hartono mengatakan bahwa Porprov Jateng di Kabupaten Banyumas mendatang bakal mempertandingkan 39 cabang olahraga.



Menurut dia, dari jumlah tersebut, 15 di antaranya harus melalui babak kualifikasi dan sekarang ini mereka sudah menyelesaikannya.



"Mereka sudah menyampaikan hasil kualifikasi kepada kami," katanya.



Bahkan, lanjut dia, masing-masing cabang olahraga juga telah menyerahkan daftar nomor yang dipertandingkan pada Porprov Jateng mendatang seperti anggar (12 nomor); akuatik 40 nomor, belum termasuk loncat indah; atletik (40 nomor); balap sepeda (13 nomor).



Kemudian, balap motor (8 nomor); biliar (14 nomor); basket (2 nomor); bridge (6 nomor); bulu tangkis (5 nomor); catur (12); dayung (27); gulat (28); gantole (10); golf (6); judo (20); karate (16); kempo (24); panahan (42); panjat tebing (25); pencak silat (21); paralayang (6); sepak takraw 8).



Berikutnya, sepatu roda (18); senam (25); selam (14); sepak bola dan futsal (masing-masing 1); squash (5); tenis lapangan (7); taekwondo (21); tinju (15); tarung derajat (14); wushu (24); dansa (12); drum band (4).



Menurut dia, kuota atlet semula tuan rumah memberikan 5.000 hingga 5.300 orang tetapi akhirnya hanya 5.163 atlet karena ada yang mengembalikan sejumlah kuota kepada panitia.



Cabang olahraga karate, misalnya, kuotanya sebanyak 223 atlet tetapi setelah kualifikasi ternyata yang dipakai hanya 192 atlet, sedangkan sisanya dikembalikan ke KONI Jateng, katanya.



Ia menjelaskan bahwa pendaftaran "entry by number" paling lambat pada tanggal 8 Juni 2013, sedangkan "entry by name" pada tanggal 8 Agustus, kemudian akreditasi pada tanggal 15 September 2013.

Editor: hernawan

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca