ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Kamis, 27 April 2017

Jam Tangan Wali Kota untuk Pegawai pada Hari Kartini

| 355 Views
id wali kota berikan jam tangan
Jam Tangan Wali Kota untuk Pegawai pada Hari Kartini
Peragaan busana dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah dan Badan Usah Milik Daerah Kota Magelang meramaikan peringatan Hari Kartini, Jumat (21/4). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Heru Suyitno)
Magelang, ANTARA JATENG - Seorang pegawai Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, mendapat jam tangan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito sebagai hadiah karena berani maju menjawab pertanyaan tentang R.A. Kartini.

Pegawai yang beruntung mendapatkan hadiah pada apel pagi dalam peringatan Hari Kartini di halaman belakang Kantor Wali Kota Magelang, Jumat tersebut, Imam Santoso dari Dinas Sosial Kota Magelang.

Ada enam pegawai yang maju menjawab pertanyaan wali kota, Imam merupakan satu-satunya peserta laki-laki.

Sigit Widyonindito mengaku spontanitas memberikan jam tangannya, karena yang bersedia menjawab pertanyaannya melebihi hadiah yang disediakan.

"Jam tangan saya biasa saja, tidak mahal," katanya.

Pada apel tersebut, para peserta berbusana adat Jawa. Mereka menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini pada acara itu.

Kegiatan apel ditutup dengan peragaan busana yang diikuti 45 pasang peserta dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Magelang.

Mereka berjalan bukan di panggung, melainkan di atas karpet warna merah, sedangkan lokasinya di ruang terbuka yang biasa digunakan apel pagi dan ditonton langsung para pengawai yang sebelumnya mengikuti upacara.

"Kegiatan ini untuk mengenang R.A. Kartini, perjuangannya sangat luar biasa. Pada tahun 1900-an berpikirnya sangat visioner bagi kaum perempuan di Indonesia," katanya didampingi Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina .

Ia menuturkan ditampilkan khasanah budaya itu untuk melestarikan supaya tidak hilang.

"Jadi kaum perempuan di Pemkot Magelang mendapat tempat. Contohnya Bu Wakil dari kaum perempuan," kata Sigit.

Editor: M Hari Atmoko

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca