ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Kamis, 25 Mei 2017

Jangan Buka Perlintasan Sebidang Baru Sembarangan

| 405 Views
id Kereta api
Jangan Buka Perlintasan Sebidang Baru Sembarangan
Ilustrasi - kereta api melintas di jalan raya tanpa palang pintu KA
Semarang, ANTARA JATENG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka perlintasan sebidang baru secara sembarangan.

"Tidak boleh tiba-tiba membuka perlintasan sebidang. Berbahaya. Siapa yang akan menjaga?," kata Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Edy Kuswoyo di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut diungkapkannya menanggapi kembali terjadinya kecelakaan yang melibatkan kereta api (KA) di Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu ini, yang menewaskan empat orang.

Meski pada kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan mobil Toyota Avanza itu bukan di perlintasan baru, kata dia, perlintasan sebidang tersebut memang tidak terjaga.

Ia menyebutkan jumlah perlintasan sebidang yang ada di wilayah Daops IV Semarang mencapai 472 titik, dan sebagian besar di antaranya perlintasan yang tidak terjaga.

"Yang terjaga ada 114 perlintasan, sedangkan 358 perlintasan tidak dijaga. Ini termasuk perlintasan kecil-kecil selebar 1-2 meter yang hanya cukup dilalui sepeda motor," katanya.

Dari KAI selaku operator, kata dia, sebenarnya sudah membekali masinis dengan standar operasional prosedur (SOP), termasuk ketika melewati perlintasan membunyikan peluit.

"Jadi, setiap satu kilometer sebelum melewati perlintasan, masinis pasti membunyikan peluit panjang. Di lintas lengkung yang tajam, ketika berpapasan dengan KA lain juga demikian," katanya.

Oleh karena itu, Edy mengimbau masyarakat sebagai pengguna jalan untuk menaati peraturan lalu lintas dan berhati-hati ketika melewati perlintasan, baik yang dijaga maupun tidak dijaga.

Ketika akan melintasi perlintasan sebidang, kata dia, pengendara harus berhenti sejenak untuk melihat situasi dan memperhatikan tanda-tanda jika ada KA yang akan lewat.

"Bagi pengendara mobil, sempatkan membuka kaca. Meski pakai AC, buka kaca. Apalagi, kalau sedang menyetel `tape` kan bisa saja tidak mendengar ada peluit KA," wantinya.

Selain itu, Edy mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru menerobos perlintasan, terutama jika sudah ada tanda KA akan lewat dan memberikan kesempatan bagi KA untuk melintas.

Editor: Sumarwoto

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca