ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Sabtu, 29 April 2017

Keluhkan Bawang Impor, Petani Temanggung Mengadu ke DPRD

| 165 Views
id petani, temanggung, bawang, impor
Keluhkan Bawang Impor, Petani Temanggung Mengadu ke DPRD
Para pedagang dan petani bawang merah di Kabupaten Temanggung sebelumnya membakar bawang merah impor dalam unjuk rasa penolakan bawang merah impor di halaman Pasar Parakan. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Heru Suyitno)
Temanggung, ANTARA JATENG - Puluhan petani dan pedagang bawang merah di Kabupaten Temanggung mengeluhkan masuknya bawang merah impor di Pasar Parakan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Temanggung, Senin.

Para petani dan pedagang tersebut diterima olah Wakil Ketua DPRD Temanggung Ahmad Masfudin dan Ketua Komisi B Slamet Eko Wantoro di ruang rapat paripurna DPRD.

Petani bawang merah yang juga warga Kruwisan, Kecamatan Kledung, Saebani, mengatakan masuknya bawang merah impor di Pasar Parakan sejak Februari 2017 telah mengakibatkan jatuhnya harga bawang merah lokal.

Ia menuturkan masuknya bawang impor akan mematikan budi daya bawang merah lokal. Apalagi bawang merah impor sejenis dengan bawang merah lokal, tetapi harganya jauh lebih murah, yakni Rp7.000-Rp8.000 per kilogram.

Ia mengatakan harga bawang merah pada panen tahun lalu sekitar Rp24.000 per kilogram, tetapi sekarang hanya laku Rp11.000 per kilogram.

"Padahal, untuk pengadaan bibit saat tanam lalu Rp25.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Belum lagi biaya pemeliharaan dan pengolahan pascapanen, maka kalau harga jual hanya sekitar Rp10 ribu per kilogram maka petani akan merugi," katanya.

Pedagang bawang merah Pasar Parakan, Triyono, mengatakan kedatangan mereka ke DPRD semata-mata sebagai ungkapan keluhan atas anjloknya harga bawang merah lokal akibat peredaran bawang merah asal India di pasar tradisional setempat.

Ia mengatakan berdasar informasi yang diperolehnya hari ini bawang merah impor kembali masuk lewat pelabuhan Surabaya 20 kontainer, ditambah beberapa pelabuhan lain yang jumlah pastinya belum diketahui.

"Tumpuan kami cuma wakil rakyat. Kami tidak tahu lagi harus mengadukan nasib kemana," katanya.

Ia meminta anggota dewan untuk melakukan pengecekan langsung terkait dengan legalitas dokumen perizinan impor kepada pemerintah pusat.

"Setahu kami bawang merah impor hanya untuk kebutuhan industri, bukan dijualbelikan secara bebas di pasar," katanya.

Ia mengaku semenjak masuknya bawang merah impor, harga bawang merah lokal yang sebelumnya bisa menembus kisaran Rp18.000 hingga Rp25.000 per kilogram jatuh hingga Rp 11.000 per kilogram.

Menanggapi keluh kesah petani dan pedagang tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Temanggung Slamet Eko Wantoro mengatakan dalam jangka waktu dekat akan menggelar rapat dengan mengundang sejumlah instansi terkait guna membahas masalah masuknya bawang merah impor.

Ia menuturkan masalah bawang merah impor yang berimbas pada jatuhnya harga bawang merah lokal karena adanya tumpang tindih antara kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

"Masalah ini akan kami bawa kepada pemerintah pusat dengan cara menyurati Presiden secara langsung," katanya. 

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca