ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Rabu, 23 Agustus 2017

Museum OHD Pamerkan 75 Karya Seni Rupa

| 1974 Views
id Museum OHD
Museum OHD Pamerkan 75 Karya Seni Rupa
Pengunjung menyaksikan salah satu karya seni rupa yang dipajang di Museum OHD di Magelang, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA JATENG.COM/Heru Suyitno)
Magelang, ANTARA JATENG - Museum OHD di Kota Magelang, Jawa Tengah, menggelar pameran dengan memajang 75 karya seni rupa dari 51 seniman lintas generasi.

Pemilik Museum OHD Kota Magelang, Oei Hong Djien, di Magelang, Sabtu, mengatakan pameran dalam rangka 20 tahun Museum OHD itu akan berlangsung hingga akhir Oktober 2017.

Ia menuturkan dalam pembukaan pameran juga diluncurkan buku "Linkage: 20 Year OHD Museum" karya kurator dan penulis Dr Suwarno Wisetrotomo dan Wahyudin.

Pembukaan pameran seni rupa tersebut dihadiri puluhan wisatawan dari berbagai negara.

Oei Hong Djien menuturkan pada pameran kali ini ada beberapa karya yang fenomenal, antara lain karya Abdi Setyawan berupa patung kayu yang menggambarkan suatu perjamuan dengan visual yang bagus.

Selain itu, Nasirun dengan karya payung-payung yang digantung, Nyoman Irawan dengan karya tiga dimensi, dan karya Yurita yang simpel tetapi menarik bagi para pengunjung berupa gambar ayam.

Ia berharap pameran itu dapat memberikan informasi kepada publik lebih dalam tentang karya-karya para seniman.

Selain itu, ujarnya, untuk menggugah dan menginspirasi para seniman untuk terus berkarya.

Kurator Suwarno mengatakan pameran ditandai dengan memajang karya-karya perupa yang dikoleksi sejak minimal 20 tahun lalu.

Ia mengatakan karya-karya tersebut merupakan saksi atas pertumbuhan dan perkembangan Museum OHD.

Kegiatan itu menjadi saksi atas pertumbuhan dan perkembangan perupa yang bersangkutan dengan tantangannya.

Ia mengatakan 24 perupa yang diundang untuk membuat karya baru kemudian dipajang berdampingan dengan karya lama dari seniman yang sama.

Ia berharap presentasi itu dapat menyasar empat hal, yakni untuk melihat selera awal Oei Hong Djien dalam hal artistik sekaligus melihat ketajaman mata Oei Hong Djien dan perkembangan relasi yang dibangun.

Selain itu, katanya, untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan Museum OHD di tengah kosongnya kultur museum di Indonesia.

Ia mengatakan kegiatan itu juga untuk melihat perkembangan pemikiran dan penciptaan perupa yang bersangkutan, apakah seniman itu mandek, mundur, atau melesat maju.

Ia menuturkan melalui koleksi yang dipamerkan dapat dijadikan titik pijak untuk mendiskusikan peran kolektor, institusi museum dalam konstelasi seni rupa Indonesia, dan juga seni rupa dunia.

Editor: Sumarwoto

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca