ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Kamis, 19 Oktober 2017

Nelayan Tambaklorok Semarang Masih Gunakan Solar

| 225 Views
id nelayan tambaklorok semarang,gunakan solar
Nelayan Tambaklorok Semarang Masih Gunakan Solar
Ilustrasi-Nelayan menggunakan pompa diesel untuk mengisi BBM jenis solar ke kapalnya di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Selasa (19/7). Pasca Lebaran, kebutuhan solar nelayan meningkat drastis setelah tidak melaut libur dua pekan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/Spt/16
Semarang, ANTARA JATENG - Para nelayan di kawasan Kampung Nelayan Tambaklorok Semarang, Jawa Tengah, mengaku masih menggunakan bahan bakar minyak yakni solar untuk operasional melaut.

"Katanya ada bantuan gas, tetapi sampai saat ini belum ada kabar," kata Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tambaklorok Semarang Nurkholis di Semarang, Jumat.

Di Kampung Nelayan Tambaklorok Semarang, kata dia, setidaknya ada 800-an orang yang berprofesi sebagai nelayan, sementara yang tergabung dalam KUB Tambaklorok hanya 20-an nelayan.

Dikatakan secara jujur nelayan Tambaklorok belum mengetahui kelebihan menggunakan elpiji dengan bantuan "converter kit" dibandingkan solar karena sejauh ini juga belum ada sosialisasi.

Kalau menggunakan bahan bakar gas lebih mengurangi biaya operasional, lanjut dia, tentunya para nelayan akan senang hati beralih menggunakan elpiji untuk bahan bakar mesin perahu.

"Kami akan sangat terbantu karena selama ini pengeluaran untuk bahan bakar memang masih jadi masalah bagi nelayan. Artinya, biaya operasional dengan hasil tangkapan kerap tidak sebanding," katanya.

Akan tetapi, kata dia, jika memang mau dikonversikan ke elpiji sebaiknya dibangun tempat pengisian terdekat atau dijelaskan mekanisme perolehan elpiji, misalnya menggunakan elpiji tiga kilogram.

Triyanto, nelayan Tambaklorok Semarang mengakui pengeluaran biaya untuk solar sering tidak sebanding dengan penghasilan nelayan karena tangkapan ikan dipengaruhi juga dengan musim yang tidak tentu.

"Sehari-hari, paling tidak saya bisa habiskan 10-20 liter solar, sementara hasil tangkapan beberapa bulan ini tidak sampai puluhan kg. Kan tidak sebanding operasional dengan hasilnya," katanya.

Meski demikian, ada nelayan di Tambaklorok yang justru khawatir dengan faktor keamanan penggunaan elpiji untuk bahan bakar mesin perahu itu, seperti diungkapkan Agus yang masih takut menggunakan gas.

"Saya masih takut dengan keamanan memakai gas. Soalnya, kalau di laut itu kan panas dan suara mesinnya juga keras. Yang saya takutkan jika selang gas bocor kan enggak kedengeran suaranya," katanya.

Oleh karena itu, Agus berharap jika nanti ada bantuan konversi BBM ke elpiji bagi nelayan harus disertai dengan bukti nyata keamanan penggunaannya, di samping faktor efisiensi pemakaian elpiji.

Editor: Antarajateng

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca