ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 1 Mei 2017

Panwaslu Jepara Waspadai TPS Rawan Kecurangan

| 1105 Views
id panwaslu jepara waspadai tps rawan kecurangan
Panwaslu Jepara Waspadai TPS Rawan Kecurangan
ilustrasi -- Simulasi pilkada (antarafoto.com)
Jepara, Antara Jateng - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mewaspadai sejumlah tempat pemungutan suara yang rawan tindak kecurangan saat pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah Jepara pada 15 Februari 2017.

"Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kecurangan, kami sedang memetakan TPS yang dinilai rawan terjadi kecurangan dalam pemungutan maupun penghitungan suara nantinya," kata Anggota Panwaslu Jepara Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Muhammad Oliz di Jepara, Rabu.

Dengan adanya peta TPS rawan kecurangan, setidaknya bisa menjadi panduan bagi pengawas TPS untuk mencegah hal itu terjadi.

Ia mengatakan penyusunan peta TPS rawan tersebut mengacu data dan fakta yang terjadi pada pemilu sebelumnya.

Selain itu, kata dia, mengacu lima aspek, mulai akurasi data pemilih dan penggunaan hak pilih, ketersediaan logistik pemilihan, praktik politik uang, keterlibatan aparat negara atau penyelenggara pemilu, hingga kepatuhan prosedur selama proses penghitungan suara.

Adapun TPS-TPS yang bakal masuk dalam catatan penyusunan peta rawan, di antaranya TPS yang pernah memiliki sejarah konflik, TPS yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal pasangan calon, TPS yang pernah terjadi pelanggaran pemilu, serta TPS di kawasan perbatasan dengan kabupaten tetangga karena rawan eksodus.

Agar hasil pemetaan akurat, kata dia, Panwaslu Jepara menginstruksikan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam) hingga Panitia Pengawas Lapangan (PPL) tingkat desa/kelurahan se-Jepara agar menggali berbagai data terkait.

"Mulai data kasus pelanggaran pemilu sebelumnya, data rekrutmen kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), data sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), data pengadaan dan distribusi logistik serta data lain yang relevan," ujarnya.

Jumlah TPS Pilkada 2017 di Kabupaten Jepara 1.805 tempat yang tersebar di 195 desa/kelurahan dan 16 kecamatan, sedangkan pemilih yang tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) 858.958 orang.

"Kami menargetkan, penyusunan TPS rawan bisa rampung pertengahan Januari 2017," ujarnya.

Hasilnya, kata dia, akan dilaporkan ke Bawaslu Jateng maupun Bawaslu RI di Jakarta.

"Sebelum pemungutan suara, peta TPS rawan itu akan dipublikasikan lewat berbagai sarana. Harapannya berbagai elemen masyarakat mengetahui dan ikut melakukan pengawasan," ujarnya.

Pilkada Jepara 2017 diikuti dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara, yakni Ahmad Marzuki-Dian dan Subroto-Nur Yahman.

Pasangan Ahmad Marzuki-Dian diusung oleh PDI Perjuangan yang memiliki 10 kursi di DPRD Jepara, sedangkan pasangan Subroto-Nur Yahman didukung delapan partai politik, yakni Partai Gerindra, PKB, PPP, PKS, Hanura, Golkar, PAN, Nasdem, dan Demokrat.

Editor: M Hari Atmoko

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca