ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 23 Oktober 2017

Pedagang Keluhkan Aliran Listrik Pasar Kliwon Tak Kunjung Menyala

| 248 Views
id pedang, pasar kliwon temanggung
Pedagang Keluhkan Aliran Listrik Pasar Kliwon Tak Kunjung Menyala
Seorang pedagang daging sapi di Pasar Kliwon Rejoamertani melayani pembeli (Foto: ANTARAJATENG.COM/ Heru Suyitno)
Temanggung, ANTARA JATENG - Para pedagang mengeluhkan padamnya aliran listrik dalam delapan hari terakhir di Pasar Kliwon Rejoamertani Temanggung sebelah utara.

"Jumlah pedagang di Pasar Kliwon sebelah utara yang merasa dirugikan akibat padamnya listrik selama lebih dari seminggu ini sekitar 2.000 orang yang terdiri atas pemilik los, kios, dan toko," kata seorang pedagang Pasar Kliwon Rejoamertani, Wahono di Temanggung, Selasa.

Ia mengatakan aliran listrik dari kantor padam, kalau ada penerangan merupakan milik masing-masing pedagang dengan menggunakan lampu darurat," katanya.

Wahono menuturkan para pedagang mendesak agar aliran listrik dapat kembali normal karena banyak pembeli yang datang mengeluhkan masalah minimnya penerangan.

"Apalagi pada pekan ini merupakan puncak persiapan Lebaran bagi masyarakat sehingga aktivitas jual beli di pasar meningkat drastis," katanya.

Menurut dia, selain berpotensi kehilangan omzet akibat pembeli yang enggan datang, pedagang juga dibuat resah karena pada malam hari kondisi pasar gelap gulita sehingga rentan terjadi aksi pencurian.

"Kami ingin ada langkah nyata atas kerusakan beberapa bagian yang kata petugas menjadi penyebab padamnya aliran listrik. Mumpung saat-saat seperti ini banyak pembeli yang datang," katanya.

Kepala Unit Pasar Kliwon Rejoamertani Temanggung, Sukiyatono mengaku telah melaporkan masalah padamnya listrik tersebut kepada pihak PLN dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Temanggung.

Namun, katanya, sampai saat ini listrik masih padam. PLN beralasan kerusakan terjadi pada bagian MCB yang berfungsi sebagai pengaman arus apabila terdapat beban berlebih di sejumlah titik.

Ia mengatakan berdasarkan keterangan dari PLN, bagian MCB harus diganti dengan harga Rp3 juta per unitnya.

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca