ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Rabu, 26 Juli 2017

Pembatik Siapkan Pameran di Festival Lima Gunung

| 1745 Views
id pembataik, festival lima gunung
Pembatik Siapkan Pameran di Festival Lima Gunung
Ilustrasi - Pameran produk batik di Alun-Alun Magelang. (Foto: ANTARAJATENG.COM/dokumen Hari Atmoko)
Magelang, ANTARA JATENG - Sedikitnya enam pembatik di Magelang menyiapkan pameran produk ekonomi kreatif mereka di arena Festival Lima Gunung XVII/2017 di kawasan Gunung Merbabu Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

"Dalam festival itu nanti, kami juga akan terlibat dengan memamerkan produk usaha kreatif kami," kata seorang pembatik yang juga salah satu anggota panitia FLG XVII/2017 Agus Daryanto usai rapat persiapan pameran tersebut di Magelang, Selasa.

Selain dirinya, lima pembatik lainnya yang memanfaatkan kesempatan festival pada 28-30 Juli 2017 itu untuk menggelar karya dan produk mereka, yakni Asrul Sani, Mami Kato, Arif Safari, Kelik, dan Nyonya Supandi.

Ia menyebut sedikitnya 20 karya batik, baik berupa lukisan batik atau batik kontemporer maupun batik tradisional dipamerkan di Padepokan Warga Budaya Gejayan, salah satu arena festival.

Festival Lima Gunung diselenggarakan secara mandiri setiap tahun oleh berbagai kelompok seniman petani yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) di Kabupaten Magelang itu.

Ia mengatakan festival tersebut mereka manfaatkan untuk mempromosikan berbagai karya batik yang selama ini mereka geluti, baik sebagai karya seni maupun produk usaha ekonomi kreatif.

"Kami mengharapkan adanya apresiasi dari mereka yang akan hadir dalam festival, supaya batik sebagai warisan budaya bangsa kita semakin berkembang, dengan para pembatiknya juga mengembangkan diri untuk menghasilkan karya-karya yang semakin beragam, kreatif, dan inovatif," ujarnya.

Sedikitnya 60 kelompok kesenian baik dari kalangan seniman petani Komunitas Lima Gunung maupun jejaringnya yang berbagai grup seniman dari beberapa kota ikut dalam festival mendatang.

Festival tersebut antara lain berupa pementasan kesenian tradisional dan kontemporer, baik berupa tarian, musik, maupun performa seni, kirab budaya, prosesi ritual, pidato kebudayaan, serta peluncuran buku.

Dalam rangkaian Festival Lima Gunung XVII/2017, warga Dusun Gejayan juga meresmikan masjid desa yang sejak beberapa bulan terakhir mereka bangun secara swadaya.

Peresmian majid tersebut ditandai pengajian dengan menghadirkan pimpinan Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang yang juga pemuka spiritual Komunitas Lima Gunung, K.H. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca