Rabu, 18 Januari 2017

Perhutani Diminta Bentuk Perusahaan Pengelola Jateng Park

 |  236 Views
id Perhutani, Diminta, Bentuk, Perusahaan, Pengelola, Jateng, Park
ilustrasi
Semarang,Antara Jateng - Perum Perhutani diminta segera membentuk perusahaan baru yang mempunyai tugas mengelola Taman Safari Jawa Tengah atau Jateng Park di kawasan Wana Wisata Penggaron, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang.

"'Newco' (new company) harus sudah dibentuk dalam minggu ini agar pembangunan Jateng Park tidak tertunda," kata Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sri Puryono di Semarang, Rabu.

Ia mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama Perum Perhutani guna menyampaikan permintaan pembentukan perusahaan baru tanpa mendelegasikan ke pihak lain.

Sekda Jateng juga meminta ketegasan Perum Perhutani apakah proyek pembangunan Jateng Park dilanjutkan atau tidak karena realisasinya terus tertunda dengan bebagai sebab.

"Dirut Perum Perhutani bilang 'go' dan kami minta ketegasan Perum Perhutani karena hingga saat ini prosesnya terkesan berbelit-belit," ujarnya.

Ia mengungkapkan, permintaan ketegasan terhadap Perum Perhutani itu dilatarbelakangi adanya lima investor yang siap mendanai pembangunan Jateng Park yaitu dari Tiongkok, Taiwan, dan tiga investor lain dari Indonesia.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jateng Didiek Hardiana mengusulkan agar rencana pembangunan Jateng Park di Penggaron dibatalkan dan dipindah ke tempat lain karena pembangunannya tertunda terus.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menjelaskan bahwa rencana pembangunan tempat wisata ini sudah dimulai sejak lama, namun sejauh ini belum dimulai dan salah satu kendalanya selama ini adalah persoalan regulasi.

Wana Wisata Penggaron yang status kepemilikannya ada di Perum Perhutani menjadi salah satu sebab sulitnya mewujudkan pembangunan Jateng Park.

"Menurut saya, dipindah ke lahan yang asetnya murni milik Pemprov Jateng dan pilihan pertama adalah pindah ke Kawasan Wisata Tlogo di Tuntang, Kabupaten Semarang, apalagi sarana pendukungnya cukup memadai," katanya.

Editor: M Hari Atmoko

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Berita Lainnya
Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama
Email
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar
   
Baca Juga