ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Minggu, 24 September 2017

Petani Diminta Antisipasi Wereng Sejak Dini

| 175 Views
id ganjar pranowo, hama wereng
Petani Diminta Antisipasi Wereng Sejak Dini
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)
Banyumas, ANTARA JATENG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta petani di Jateng untuk mengantisipasi serangan hama wereng sejak dini dengan menginformasikannya kepada penyuluh atau dinas.

"Sebenarnya kelompok tani bisa langsung berhubungan dengan penyuluh atau dinas," katanya usai menghadiri Apel Besar Hari Pramuka Kwarda Jawa Tengah di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Kamis.

Ganjar mengatakan hal itu kepada wartawan terkait maraknya serangan hama wereng terhadap tanaman padi di sejumlah wilayah, khususnya Jateng bagian selatan.

Menurut dia, pemerintah bisa cepat melakukan intervensi jika petani menginformasikan serangan hama wereng tersebut.

"Sebenarnya yang dibutuhkan adalah mekanisme kecepatan mereka menyampaikan informasi itu," katanya.

Dengan demikian, kata dia, penyuluh atau dinas diharapkan dapat memberikan respons dengan cepat.

"Kalau enggak bisa, lembaga riset, perguruan tinggi, atau intervensi pemerintah akan kami lakukan. Itu yang paling penting," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyumas Widarso mengatakan sekitar 4.000 hektare tanaman padi di kabupaten itu terserang hama wereng, 500 hektare di antaranya mengalami puso.

Menurut dia, luasan tanaman padi yang terserang hama wereng itu jauh lebih tinggi dari musim tanam sebelumnya.

"Luasan tanaman padi yang terserang hama wereng pada musim tanam sebelumnya hanya sekitar 2.000 hektare sedangkan yang puso sekitar 150 hektare," katanya.

Ia menduga ada beberapa hal yang menyebabkan peningkatan serangan hama wereng, salah satunya perubahan pola tanam dari padi-padi-palawija menjadi padi-padi-padi akibat sering turun hujan dalam dua tahun terakhir.

Selain itu, kata dia, varietas tanaman padi yang ditanam cenderung varietas lama yang rentan terhadap hama wereng.

"Di samping itu, keterbatasan jumlah pengamat hama dan organisme pengganggu tanaman sehingga penanganannya jadi terlambat," katanya.

Dalam hal ini, kata dia, satu orang pengamat harus menangani dua hingga tiga kecamatan sehingga jika terjadi serangan hama wereng, penanganannya menjadi terlambat.

"Ditambah lagi werengnya sudah resistan, sehingga obat yang tersedia tidak dapat langsung bereaksi terhadap wereng tersebut," katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya terus berusaha mengendalikan serangan hama wereng terhadap tanaman padi yang belum dipanen.

Dia mengharapkan tidak ada lagi serangan hama wereng pada musim tanam berikutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dinpertannak) Cilacap Gunawan mengakui jika serangan hama wereng di kabupaten itu cukup tinggi.

Menurut dia, luasan tanaman padi yang terancam hama wereng sekitar 10.000 hektare namun bisa diamankan.

"Namun yang terkena (hama wereng) kalau ditotal sekitar 23 hektare," katanya.

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca