Rabu, 18 Januari 2017

Petani: Harga Cabai Rawit Tinggi tapi Produksi Anjlok

 |  404 Views
id Petani:, Harga, Cabai, Rawit, Tinggi, tapi, Produksi, Anjlok
Seorang petani di Temanggung, Rabu (11/1/2017) menunjukkan cabai yang membusuk akibat diserang hama patek. Foto: Heru S/ANTARAJATENG.COM
Temanggung, Antara Jateng - Sejumlah petani cabai rawit merah di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengaku tidak menikmati tingginya harga komoditas itu karena tanaman terkena penyakit sehingga produksinya menurun drastis.

Petani cabai, warga Dusun Gondangan, Kelurahan Tlogorejo, Muhlasin (58) di Temanggung, Rabu, mengatakan harga cabai rawit merah di tingkat petani saat ini Rp80.000 hingga Rp85.000 per kilogram.

"Tingginya harga tersebut belum dinikmati petani karena hasil tanaman tidak bagus. Buah cabai diserang (hama) 'patek' sehingga membusuk sebelum dipanen," katanya.

Ia menyebutkan dari luas lahan 3.000 meter persegi yang ditanami cabai rawit kebetulan bulan ini telah memasuki masa panen.

"Pada panen pertama kemarin hanya bisa memetik cabai rawit merah 1,5 kilogram karena lainnya banyak yang busuk," katanya.

Ia menuturkan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di lahan tersebut sekali petik bisa mencapai dua hingga tiga kuintal, terutama pada saat kemarau.

"Pada penanaman kali ini cuaca kurang mendukung, hampir setiap hari turun hujan. Karena tanah terlalu lembab banyak bermunculan penyakit, antara lain patek, busuk batang, dan daun menguning. Selain itu pertumbuhan tanaman tidak bisa maksimal," katanya.

Ia mengatakan melihat kondisi tanaman saat ini, bisa balik modal saja sudah bersyukur, karena produksinya turun drastis.

Ia menyebutkan pada masa tanam saat ini telah mengeluarkan biaya sekitar Rp4 juta, baik untuk membeli bibit, mengolah lahan maupun untuk membeli pestisida.

Petani lain, Istikomah (55) mengatakan dari sebanyak 5.000 tanaman cabai miliknya, pada petik pertama kemarin hanya mendapatkan sekitar sembilan kilogram. Hasil panen kali ini memang kurang bagus, biasanya petik pertama bisa puluhan kilogram.

"Kalau sudah terkena patek memang sulit diatasi, berbagai jenis pestisida sudah digunakan untuk memberantas patek tetapi tidak mempan," katanya.

Ia mengatakan memang harga cabai rawit merah sekarang sangat tinggi, tetapi petani masih rugi karena hasil panen merosot.

Editor: Achmad Zaenal M

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Berita Lainnya
Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama
Email
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar
   
Baca Juga