ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Minggu, 26 Maret 2017

Proyek "Hotel Sapi" Dikaji Ulang

| 1081 Views
id proyek hotel sapi dikaji ulang
Proyek
Sejumlah warga lereng Merapi mengawasi ternak miliknya di "Hotel Ternak" atau fasilitas pengungsian ternak, Singkil, Boyolali, Jateng, Rabu (10/11). FOTO ANTARA/ANDIKA BETHA/mes/10
Kudus, Antara Jateng - Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bakal mengkaji ulang proyek pembangunan "hotel sapi" di Jalan Lingkar Selatan Kudus yang bakal menelan anggaran hingga Rp30 miliar, karena yang bakal memanfaatkan fasilitas itu nantinya peternak luar daerah.

"Karena pertimbangan manfaat jangka panjangnya serta retribusi yang bakal diterima, kami memutuskan untuk mengkaji ulang proyek 'hotel sapi' tersebut," kata Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti usai mengikuti rapat koordinasi di DPRD Kudus, Rabu.

Ia mengatakan rencana awal pembangunan "hotel sapi" itu sebagai tempat pemberhentian sementara (peristirahatan) ternak yang dikirim antarprovinsi, seperti dari Surabaya ke Jakarta.

Jika proses pembangunannya dilengkapi semua fasilitas pendukung, kata dia, anggaran yang dibutuhkan memang bisa mencapai Rp30 miliar.

Akan tetapi, kata dia, setelah ditinjau ulang, fasilitas tersebut tidak memberikan manfaat lebih terhadap peternak lokal karena yang akan memanfaatkan nantinya dipastikan dari luar kota semua.

Oleh karena itu, sejumlah fasilitas penunjang pada proyek tersebut akan dihapuskan, di antaranya fasilitas pertokoan sedangkan klinik hewan rencananya dipertahankan mengingat Kudus masih minim fasilitas kesehatan untuk hewan ternak tersebut.

Pada Tahun Anggaran 2016, proyek "hotel sapi" tersebut mendapat kucuran anggaran sebesar Rp3,7 miliar untuk menguruk lahan yang berada di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus. Lokasi tersebut, kini dilengkapi dengan lantai beton dan tambatan untuk hewan ternak.

"Tahun ini, kembali mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp1,5 miliar," ujarnya.

Rencananya, kata Sudiharti, anggaran itu digunakan untuk membangun atap.

Nantinya, kata Sudiharti, bangunan yang sedianya sebagai "hotel sapi" diproyeksikan sebagai pasar ternak baru, sedangkan pasar ternak lama yang berada satu kompleks dengan Pasar Burung di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, bisa dijadikan sentra burung dan ikan hias.

Menanggapi wacana tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kudus Muhtamat menyatakan dukungannya dengan wacana pemindahan pasar ternak tersebut.

Apalagi, kata politikus Partai Nasdem itu, lokasi yang sedianya dijadikan sebagai "hotel sapi" cukup strategis karena di tepi Jalan Lingkar Kudus.

Editor: M Hari Atmoko

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca