ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Kamis, 25 Mei 2017

Semen Indonesia Raih Penghargaan dari Kementerian ESDM

| 1197 Views
id semen indonesia, penghargaan, kementerian esdm
Semen Indonesia Raih Penghargaan dari Kementerian ESDM
Jakarta - Kepala Departemen Raw Material Production Semen Indonesia, Musiran (kanan) usai menerima penghargaan, di Jakarta, Kamis (18/5) (Foto: dok Semen Indonesia)
Semarang, ANTARA JATENG - PT Semen Indonesia, Tbk mendapatkan penghargaan "utama" untuk pengelolaan izin lingkungan usaha pertambangan dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.

     Penghargaan atas pengelolaan isin usaha pertambangan tahun 2015 dan 2016 itu diterima oleh Kepala Departemen Raw Material Production Semen Indonesia, Musiran, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis.

     Musiran mengatakan tahun 2015 merupakan tahun pertama bagi Semen Indonesia untuk mengikuti penilaian, sekaligus pertama meraih penghargaan Pratama dalam acara Penganugerahan Penghargaan Pengelolaan Lingkungan Pertambangan.

     Penghargaan itu dalam kategori kelompok Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Semen Indonesia merupakan satu-satunya perusahaan yang membidangi industri semen yang mendapatkan penghargaan tersebut.

     "Guna menjaga dan tetap merawat keberlanjutan lingkungan hidup, Semen Indonesia dalam operasionalnya menerapkan prinsip kerja perusahaan yang aman sehingga tidak merusak lingkungan," katanya.

     Semen Indonesia, kata dia, memiliki tahapan yang taat lingkungan dalam pengelolaannya, dimulai dari perencanaan, penanaman, dan pembibitan, hingga nantinya bagaimana mengelola pertambangan sendiri selepas ditambang.

     Lebih lanjut, Musiran mengatakan bukti pengelolaan tambang yang dilakukan ramah lingkungan adalah penggunaan alat Wirtgen dan vermer menggantikan metode Blasting atau peledakan.

     Alat ini mengurangi kebisingan dan debu ketika dilakukan penambangan yang berdekatan dengan permukiman warga.

     Untuk menjaga kelestarian lingkungan pascatambang, kata dia, Semen Indonesia menanam lahan kapur bekas tambang dengan 158.566 pohon di area seluas 137 hektare, dan di tanah liat ditanam 269.276 pohon di area seluas 212 ha.

     "Selain itu, perusahaan juga menginisiasi terbentuknya Green Belt dan Green Barrier yang berfungsi menjaga udara di kawasan pabrik agar tidak tercemar oleh polusi," katanya.

     Green Belt, kata dia, dikhususkan sebagai zona penyangga penghijauan dengan panjang 4 kilometer dan lebar 50 meter disekitar lokasi tambang batu kapur dan tanah liat sekitar pabrik.

     "Penghargaan ini kian memacu pelaksanaan pengelolaan lingkungan tambang dan reklamasi pasca tambang yang berkelanjutan. Ini bukti perseroan mendukung industri hijau dan siap menghasilkan produk semen yang ramah lingkungan," pungkas Musiran.

Editor: Zuhdiar Laeis

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca