ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Rabu, 23 Agustus 2017

Undip: Pemasangan Poster Provokatif Dilakukan Mahasiswa atas Inisiatif Sendiri

| 503 Views
id wakil rektor undip, muhammad zainuri
Undip: Pemasangan Poster Provokatif Dilakukan Mahasiswa atas Inisiatif Sendiri
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi menunjukkan poster provokatif yang ditemukan di kampus Universitas Diponegoro Semarang, Rabu (17/5) (Foto: ANTARAJATENG.COM/Zuhdiar Laeis)
Semarang, ANTARA JATENG - Pelaku pemasangan poster provokatif yang dinilai melecehkan lambang negara, Garuda Pancasila, di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang ternyata mahasiswa.

"Ada dua mahasiswa yang memasang. (Pemasangan poster, red.) Itu inisiatif pribadi karena dilakukan tanpa seizin wakil dekan atau dekan selaku pimpinan fakultas," kata Wakil Rektor I Undip Prof Muhammad Zainuri di Semarang, Jumat.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip itu, menyampaikan pernyataan resmi Undip atas temuan sejumlah poster bergambar siluet Garuda Pancasila berwarna merah bertuliskan "Garuda Ku Kafir" di Kampus FISIP Undip.

Di dalam poster tersebut, tertulis pula "Depan Gedung A FISIP Undip 20 Mei 2017 Pukul 15.30 WIB" yang diduga merupakan jadwal agenda kegiatan itu, namun tidak ada tulisan ataupun keterangan pendukung yang lainnya.

Zainuri menjelaskan pemasangan poster itu dilakukan dua mahasiswa FISIP Undip, tetapi atas konsep salah satu mahasiswa berinisial AM yang juga tidak sepengetahuan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) maupun Senat FISIP Undip.

"Mengenai kegiatan ini, hanya dirapatkan beberapa pengurus BEM. Ada lima orang yang rapat dan menyepakati kegiatan ini, tetapi tidak dilaporkan ke BEM. Kemudian, salah satunya menempelkan poster-poster ini," katanya.

Mahasiswa yang bertanggung jawab terkait dengan pemasangan poster dan spanduk itu sudah menghadap Dekan FISIP dan Rektor Undip untuk meminta maaf.

Namun, ujarnya, Undip menyayangkan pemasangan poster dan spanduk tersebut.

Berkaitan dengan sanksi yang akan diberikan, Zainuri menegaskan mahasiswa yang terlibat akan mendapatkan sanksi jika evaluasi sudah rampung, namun sanksi persisnya seperti apa belum bisa disebutkan.

"Kami masih lakukan evaluasi atas persoalan ini. Paling berat (sanksinya, red.) skorsing dua semester. Dalam butir sanksi, disebutkan apabila terkait penegakan hukum maka akan diterapkan sesuai sanksi hukum," katanya.

Apabila kemudian dilakukan proses secara hukum para mahasiswa yang terlibat dinyatakan sebagai tersangka, katanya, secara automatis yang bersangkutan menanggalkan status kemahasiswaannya.

Kampus Undip sebelumnya dihebohkan dengan penemuan sejumlah poster bernada provokatif yang tersebar di salah satu fakultas, yakni FISIP, termasuk spanduk di kantin fakultas tersebut, Selasa (16/5).

Meski sudah langsung dilepas pihak kampus, pemasangan poster-poster bernama provokatif itu disayangkan sejumlah kalangan, termasuk Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi yang langsung mendatangi kampus untuk mengklarifikasi. 

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca