ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Jumat, 23 Juni 2017

Warga Waspadai Produk Kedaluwarsa!

| 135 Views
id WALI KOTA: WARGA WASPADAI PRODUK KEDALUWARSA
Warga Waspadai Produk Kedaluwarsa!
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (kiri) mengecek produk makanan dalam kemasan di salah satu toko swalayan terkait dengan kesiapan menghadapi Lebaran 2017, Selasa (20/6). (Foto: ANTARAJATENG.COM/dokumen Humas Pemkot Magelang)
Magelang, ANTARA JATENG - Masyarakat yang berbelanja barang kebutuhan untuk Lebaran 2017 harus mewaspadai berbagai makanan dan minuman dalam kemasan agar tidak mendapatkan produk yang telah kedaluwarsa, kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito

"Harus selalu dicek terlebih dahulu keterangan kedaluwarsanya. Begitu pula, pengelola toko harus mengecek juga dari kemungkinan adanya produk yang kedaluwarsa," katanya di sela peninjauan lapangan ke sejumlah tempat terkait dengan persiapan menghadapi Lebaran di Magelang, Jawa Tengah, Selasa.

Sejumlah tempat yang menjadi sasaran peninjauan bersama para pejabat pemkot lainnya, antara lain, Wakil Wali Kota Windarti Agustina dan Sekretaris Daerah Sugiharto, adalah perusahaan otobus, Terminal Tidar, agen penjualan epiji, toko swalayan, dan posko pengamanan Lebaran di alun-alun setempat.

Sigit juga mengecek langsung berbagai produk makanan dalam kemasaan di salah satu toko swalayan terbesar di pusat kota dengan tiga kecamatan dan 17 kelurahan yang sudah ramai dikunjungi masyarakat untuk berbelanja itu.

"Produk-produknya sudah cukup baik, pengawasan akan terus dilaksanakan di semua toko," katanya.

Akan tetapi, lanjut dia, penjualan barang kemasan, termasuk parsel, yang tidak berkualitas bisa merugikan nama baik Kota Magelang sebagai "kota jasa".

"Jadi, produknya pun harus yang berkualitas supaya tidak merugikan konsumen," katanya.

Saat mengunjungi salah satu agen elpiji di daerah itu, Sigit mengingatkan pengelolanya untuk menyalurkan elipiji bersubsidi secara optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan.

Pemerintah telah mengeluarkan instruksi terkait dengan peredaran elpiji bersubsidi sesuai dengan rayonisasi. Hal itu juga untuk mengendalikan harga agar tidak mengalami penaikan secara signifikan.

Ketika meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Rejowinangun, rombongannya juga menyaksikan petugas Dinas Pertanian dan Pangan dan Dinas Kesehatan mengecek kualitas daging sapi yang dijual di tempat itu.

"Tidak ada daging gelonggongan. Daging yang dijual, kualitasnya juga bagus-bagus," katanya. (hms).

Editor: M Hari Atmoko

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca